Mahasiswa UI Dukung Judicial Review UU KPK Dibanding Aksi yang Mentah

0
5

(Ket.gambar: Suasana saat Dialog Kebangsaan yang diadakan oleh Barasastra di kampus UI, Depok)

TEMPO|Jakarta- Berbagai kalangan mahasiwa dari Universitas Indonesia (UI) mendukung langkah kebijakan Konstitusional, dalam hal ini mereka lebih mendominasi dukung akan Yudicial Review UU KPK, ketimbang demonstrasi tanpa mendalami secara ilmiah tentang kajian yang mereka permasalahkan.

Perihal inipun, dijelaskan oleh salahsatu mahasiswa Fakultas Hukum UI, Zico Leonard Djagardo S yangi juga pernah menjadi sebagai Kuasa Mahasiswa saat Mengugat Revisi UU KPK. Ihwal ini dikatakannya juga saat didalam forum diskusi acara Dialog Kebangsaan yang diadakan oleh Barasastra dengan mengangkat tema: ‘Langkah Tepat untuk Menciptakan Suasana Bangsa dan Negara yang Harmonis’

“Mahasiswa itu sebenarnya penjaga demokrasi tapi pertanyaan nya? demokrasi apa yang harus dijaga begitu juga dengan ketua BEM UI dan BEM UGM tidak ikut judicial review UU KPK ke MK,” ujarnya pada para pihak media saat ditemui usai gelar dialog di Univ.Indonesia, Depok kamis (17/10).

Menurutnya para aksi yang turun ke jalan tersebut tidak mengerti apa yang sedang dipermasalahkan bahkan bisa dianulir karena mereka hanya sebatas ikut-ikutan saja atau bisa jadi kemungkinan ada pihak yang menyuruh yang layak juga untuk dicurigai.

“Terkadang ada juga orang dia tidak tahu apa yang di permasalahkan atau dia hanya ikut-ikut saja,” ungkapnya.

Persepsipnya juga mengklaim bahwa, memgenai letak salah atau benar itu bukan dari gerakan nya namun salah atau benar itu bisa diukur juga dari niatnya. “saat itu ada beberapa orang yang menghubungi saya juga dan bilang untuk kita aksi ke jalan untuk mendesak Jokowi, dalam hal ini” ucapnya.

Mirisnya, meskipun Zico menyimpulkan bahwa di BEM UI masih banyak pihak yang baik, hanya saja terkait aksi yang baru-baru ini terjadi, menurutnya dilakukan dengan tidak penelitian kajian yang lebih ilmiah dan mendalam.

“Saya mendukung gerakannya, tapi saya kecewa dengan eksekusinya sebab tidak dengan persiapan yang matang,” sambungnya.

Dalam hal ini, Ia pun menyebutkan rasa kecewa yang mendalam dengan tindakan oleh ketua BEM UI seperti Manik dan kecewa dengan ketua pemerintahan UGM begitu pun dengan ketua kampus ITB.

“Saya kecewa dengan orang-orang yang waktu itu dihadapkan dengan pak Yasona Laoly (Menhunkam) karena pada saat itu mereka sudah tersedia waktu yang banyak, sumber daya yang baik untuk menunjukkan kualitas gerakan itu, sebab untuk menunjukkan apa yang mereka perkarakan itu (tanpa penelitian mendalam) namun saya kecewa karena tindakan mengeksekusi mereka yang tidak mendalaminya. Mereka juga tidak mempelajarinya, mereka tidak menyampaikan nya dengan kualitas mahasiswa yang sudah mengerti masalah itu,” paparnya.

Dia pun sangat memahami sekali bahwa para pihak yang aksi demo turun ke jalan tersebut, sejatinya, banyak yang belum memahami mendalami tentang apa yang dibahas.

Berdasarkan pantauan, dialog publik yang di isi dari berbagai pemateri/nara sumber dalam acara ini, membahas juga situasi yang baru-baru ini terjadi, apalagi tentang aksi unjukrasa yang arogansi, oleh mahasiswa tragisnya lagi dengan para pelajar anak sekolah dibawah umur.

Dalam hal ini, disimpulkan pula bahwa mahasiswa UI mendukung serta apresiasi langkah dan kebijakan Konstitusional serta mendukung Judicial Review.(bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here