HKTI Kalbar Siap Mensejahterakan Petaninya.

0
13

Jakarta- Bertempat di hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia mengadakan Rapat Pimpinan Nasional. Rapat ini mengundang tokoh – tokoh nasional, para pengusaha dan berbagai instansi lintas sektoral serta mitra swasta lainnya.

Sebagian besar komoditas pertanian global dapat hidup di Indonesia. Indonesia adalah penghasil utama dari berbagai produk pertanian tropis. Komoditas penting di Indonesia meliputi minyak sawit, karet alam, kakao, kopi, teh, singkong, beras dan rempah – rempah tropis.

Pada Rapimnas HKTI ini, turut dihadiri oleh DR. Maswadi SP, M.Sc. sebagai Wakil Ketua HKTI Kalbar mengatakan, “RAPIMNAS HKTI 2019 ini sangat bagus dimana kita konsolidasi organisasi dari seluruh Propensi. Disini, kita masing-masing PT.HKTI-BPK diberi pertanggungjawaban setelah organisasi kita dibentuk dan apa saja yang kita perbuat. Jadi masing-masing ada yang bagus progressnya dan ada yang masih jalan ditempat karena politik juga sebenarnya dimana dari awal-awal acara itu dihadiri pula oleh Para Menteri yang memberikan arahan-arahan artinya itu namanya juga HKTI ini “Rigid Station” artinya adanya pihak dari Dosen, Pengusaha, Politikus jadi kita bergabung disini namanya Petani. “Ujarnya.

“Yang kita lakukan adalah Pengawasan terhadap bantuan-bantuan yang sudah diberikan oleh Pemerintah dan apakah sudah terlaksana dengan baik ? Kemudian kita akan mengintervensi apabila terjadi kesalahan atau penyelewengan disitu karena kita maunya Para Petani sejahterah karena 2 hal yang diminta oleh Petani itu yaitu Kepastian Pasar dan Harganya Stabil. Nah jika 2 hal ini bisa HKTI ini naungi dimana kita yakin bahwa untuk kedepannya HKTI ini akan lebih maju karena orang-orang didalam HKTI ini bukanlah orang-orang sembarangan. Apalagi saya juga merasa Surprise karena ternyata di Halmaherah itu rata-rata anggota HKTI itu Bupati. Nah kita di Kalbar khususnya 2 Kabupaten yang sudah kita bentuk, keduanya Kabupaten Sintang dan Kabupaten Landak, Bp. Djarot dan Bu Caroline adalah Bupati. “Jelasnya.

Lebih lanjut DR. Maswardi M.Sc. juga mengatakan, “Kemudian kedepannya ini dari Sambas, Bu Haeriyah nanti akan dilantik bulan depan bersama dengan Walikota Singkawang. Jadi Singkawang, Sambas dijadikan satu, Cut Kaeyong, Ketapang kita jadikan satu. Nanti Senen, Landak dan Sanggau juga dijadikan satu, hanya Putu Sibao nanti sendiri. Menpawah dan Pontianak Kabupaten Kubur Raya Kita jadikan Satu dan nanti setelah semua DPK-DPK kita ini terbentuk kemudian kita juga minta secepatnya untuk dibentuk juga di kecamatan hingga ke desa dan kita libatkan semua Petani sehingga keluhan-keluhan dari Para Petani ini pelan-pelan kita atasi. ” terangnya.

“Hal terpenting disini bahwa Petani ini dari segi berbudidaya tidak ada masalah tetapi bagaimana kita ingin menyiapkan benih bibit unggul yang bagus sesuai dengan spesifik lokasi seperti itu dan konsep agribisnis itu harus kita pakai artinya petani tanam sudah ada pasar sehingga takkan terjadi setelah Petani tanam tidak ada Pasar dimana selama ini terjadi seperti itu. “harapnya.

“Dengan HKTI terutama kita di Kalbar maka hasil panennya bisa disalurkan kemudian 70 persen Pengurus HKTI di Kalbar itu juga Dosen Perhutanan dan Kolonel sehingga kita bersama-sama sinergis mendapatkan manfaatnya dan berusaha mewujudkan impiannya itu setiap produk yang kita luncurkan itu sudah ada patennya terlebih dahulu dan bukan sebaliknya sehingga tidak akan menarik jika dipatenkan dikemudian harinya setelah peluncuran produk tersebut. ” jelasnya.

“Untuk kedepannya banyak impian Kalbar yaitu salah satunya ingin membangun Pabrik Olahan Lahan Tepung Lidah Buaya, Tepung Pisang dan Tepung Nanas jadi kita minta kepada HKTI agar kita menjual produk itu setengah jadi dan sangat banyak potensi-potensi kita di Kalbar setelah kita survei dan Bp.Moeldoko mendesak kita untuk membangun Pabrik secepatnya tetapi kita bukannya ingin menundanya melainkan agar ujicoba dulu Powdernya agar terlebih dahulu Powdernya diterima pasar dan inginnya diurus perijinan ISO-ISO terlebih dahulu, Sertifikat mutunya sebagai contoh Negara Thailand, Negara Asia inginnya ISO seperti ini, Eropa perlunya ISO seperti ini, kita urus dan setelah kita Oke maka kita patenkan. “harapnya.
“Karena terkendalanya selama ini kita berhadapan dengan Kuching, Malaysia dimana banyak produk-produk kita bawa dan akan dijual namun ditolak karena produk kita tidak sesuai pasar mereka dari packaging dari semuanya. Kemudian nanti di Maret 2020 akan dilaksanakan ASAF disitu itu temu Bisnis dan Temu Usaha Tani dimana produk kita sudah ada. Tadi sudah diluncurkan juga VCO, Minyak Kemiri dari Yayasan Dewa Dewi, Yayasannya Bp. Maruf datang langsung saya dan merespons dengan baik dan meminta produknya itu dapat langsung dikenalkan dan dipasarkan di pameran di Singapore.” terangnya.

Puncaknya DR. Maswardi M.Sc. sebagai Wakil Ketua DPP HKTI Kalbar mengatakan bahwa, “Akan diperkenalkan jenis tehnya Camellia Sinensis Asamika yang kita ambil dari Bandung, kita coba tanam dan kemudian bercocok dan kita kembangkan didaerah Sintang. Untuk saat ini kita akan mengirimkan sekitar 30 Petani untuk belajar magang di Kawantiga, Bandung itu digabung. Kemudian tanggal 8 Desember 2019 kita akan memberangkatkan Pemerintah Sintang dan Para Petaninya untuk belajar teh di India. Mengapa India? Dikarenakan buyer kita itu India, pasar juga sudah dan pada saat kita launching dihadiri juga oleh Pemerintah India. “Pungkas Dr. Maswardi, M.Sc. Wakil Ketua DPP HKTI Kalbar juga Dosen Agribisnis Universitas Tanjung Prabontianak.(red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here