Direktur LBH KAI Apresiasi Kinerja Polda Sumut Tangani Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan

0
25
Spread the love

[Ket.Gambar: Tampak Sudarsono Direktur Yayasan LBH KAI(kiri) Foto,Ist]

TEMPO| Jakarta- Kepala Polisi Daerah Sumatera utara(Kapolda Sumut) Inspektur Jenderal Agus Andrianto memastikan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin(55) dibunuh. Polisi, hingga saat ini masih menyelidiki kasus ini. Sampai hari ini sudah ada 22 orang diperiksa sebagai saksi.

Terkait hal ini, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Karya Amanah Indonesia (LBH KAI) Drs.Sudarsono Simbolon SH.,M.HUM memberikan apresiasi kepada pihak Polda Sumut atas kinerja kepolisian dalam mengusut kasus ini.

“Saya apresiasi atas kinerja pihak polda sumut dan sekarang saksi yang sudah diperiksa sudah 22 orang terkait pembunuhan hakim PN Medan ini,” ujar Direktur Yayasan LBH KAI menjelaskan melalui sambungan telepon, Jakarta, kamis(05/12/2019).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya Hakim PN Medan, Jamaluddin yang ditemukan tewas di dalam mobil di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, pada hari Sabtu lalu 29 November 2019 hingga kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Dari berbagai informasi yang sudah dihimpun, Agus juga sudah mengatakan, dalam mengungkap kasus ini, tim dari Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan tidak bisa buru-buru menangkap orang yang diduga melakukan tindak pidana.

“Tidak boleh gegabah menduga seseorang sebagai pelaku, harus mendalami semua alibi dan periksa semua alat bukti yang ada,” kata Agus (pada Rabu, 4 Desember 2019/seperti yang dilansir dari tempo..co)

Cepat tanggap atas kinerja pihak Polda Sumut inipun, setidaknya menjadi sorotan serta mendapatkan acung jempol berbagai pihak atas tindak respon cepat pihak Polda dalam menangani kasus ini dan Direktur LBH KAI berharap kasus ini segera terungkap terang bederang siapa oknum dalang dibaliknya. Ia pun meminta agar Hakim yang menjalankan tugas ini turut meng-apresiasi. Agar kiranya publik dapat memaklumi. (*)

Editor: Arom/BLS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here