Pesan Cinta Haidar Alwi untuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia

0
10
Spread the love
Pesan Cinta Haidar Alwi untuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia
TEMPO|Jakarta– Pesan Haidar Alwi selaku pengiat Anti Radikalisme dan Intoleransi mengatakan bahwa di bulan Desember 2019, Indonesia dikejutkan dengan berita yang menyentuh hati kita sebagai masyarakat yang cinta akan Bhinneka Tunggal Ika, yakni pemberitaan tentang pelarangan merayakan Hari Natal di 2 Kabupaten di Sumatera Barat.
.
“Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa pelarangan tersebut sudah berlangsung sejak 1985. Hal ini adalah Intoleransi yang sudah dalam bentuk Praktek, bahkan terkesan seperti dibiarkan,” ujarnya mengatakan melaui keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu(25/12/2019)
.
Lanjutnya lagi, pada bulan November 2019 lalu juga terjadi pelarangan sebuah tradisi ritual keagamaan Hindu & Budha yaitu tradisi prosesi ritual ‘Piodalan’ di Kab.Bantul yang sudah berlangsung selama ratusan tahun, sejak jaman Kerajaan Mangir, dan acara ritual tersebut dibubarkan. Ini juga merupakan bentuk Intoleransi dalam Praktek (tindakan).
.
Hal-hal tersebut membuat Haidar Alwi terpanggil untuk menyampaikan Pesan Cinta Untuk Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. “Tanpa ada tujuan politik apapun, hal ini murni dilakukan karena keterpanggilan hati ditengah Kondisi Mayarakat yang seperti Kehilangan Cinta Kasihnya kepada sesama Bangsanya sendiri,” paparnya.
.
Bahkan selama Bulan Desember Haidar Alwi bersafari keliling ke daerah-daerah untuk menyampaikan pesan untuk menghapuskan Intoleransi.
.
Bagi Haidar Alwi jika masyarakat sudah kehilangan Cinta kasihnya sebagai sesama, maka Bangsa ini dalam keadaan yang mengerikan dan lebih dari menakutkan. Dia bersafari dalam kegiatan Seminar, Diskusi, bahkan menyampaikan ceramah tentang Persatuan di Gereja dan Sekolah Theologi.
.
“Kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Saya terpanggil menyampaikan hal ini,” Tegas Haidar Alwi.(*)
Editor: Arom
ket.gambar; Haidar Alwi, Foto.Istimewah