GMN Geruduk Kemendag Menuntut Tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura

0
24
Spread the love

(Ket.Gambar: Tampak aksi Garda Muda Nasional Aksi Demo di depan Kementrian Perdangangan, Foto;lst)

TEMPO| Jakarta- masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Muda Nasional(GMN) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung kementerian perdagangan Republik Indonesia, dalam aksi tersebut masa aksi meminta Menteri Perdagangan Republik Indonesia agar segera mencabut peraturan Menteri No 27 tahun 2020 tentang ketentuan impor produk Hortikultura.

Akmal Fahmi selaku koordinator aksi menyampaikan bahwa Kebijakan Kementrian Perdagangan dalam membuka keran impor bawang putih, bawang bombay merupakan kebijakan yang salah dan tidak pro terhadap rakyat dan jelas-jelas tidak memperhatikan nasib para petani-petani warga negara indonesia.

Peraturan menteri perdagangan No 27 Tahun 2020 tentang ketentuan impor produk hortikultura, impor Komoditas tersebut tanpa harus persetujuan impor baik itu rekomendasi impor produk hortikultura ( RIPH ) maupun surat persetujuan impor (SPI), artinya melalui per-mendag tersebut bawang putih dan bawang bombay impor akan membanjiri dalam negeri. “Sehingga hal ini berdampak langsung terhadap petani-petani bawang putih dan bawang bombay dan tentunya bisa mematikan penghasilan petani-petani Indonesia” ujarnya menyampaikan, Jakarta senin (20/07/2020)

Kebijakan Kementrian Perdagangan jelas sangat paradok untuk melindungi petani dan memproteksi harga barang tersebut hal ini bertujuan untuk menutupi kegagalan mentri perdagangan menjaga.

Dalam orasinya Akmal juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil bumi yang sangat luar biasa harusnya pemerintah mampu memberikan pemberdayaan yang maksimal terhadap masyarakat sehingga tidak perlu impor dari luar negeri, “Pertimbangan Kebijakan Impor tersebut adalah ketidakmampuan Menteri Perdagangan Dalam mewujudkan Semangat Nawa Cita “Tutupnya.(Lh)

Editor Redaksi: Jhaimpdilansir dari berbagai sumber media online/ Foto: Istimewa