Gratis se- Indonesia, Pusdokkes Polri, Perapi dan Yayasan Smile Train Indonesia Siap Bantu Operasi Bibir Sumbing

0
30
Spread the love

(Teks.Gambar: Suasana saat diwawancarai para awak media usai gelar media gathering di RS.Polri Jakarta timur(14/08), Foto;Istimewa)

TEMPO| Jakarta– Dalam rangka menyambut Hut Bhayangkara Ke 74, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik (Perapi) dan Yayasan Smile Train Indonesia mengadakan media gathering.

Adapun kegiatan media gathering adalah dalam bentuk bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing yang melibatkan masyarakat.

“Baksos operasi bibir sumbing ini kita adakan dari tanggal 14-30 Agustus 2020, yang melibatkan 11 rumah sakit Polri di wilayah Indonesia. Namun dari Smile Train sendiri akan mendukung baksos operasi sumbing ini terus berlanjut sampai Indonesia bebas dari bibir sumbing. Target kita sebanyak mungkin pasien, dari usia balita hingga dewasa masuk dalan program operasi bibir sumbing, yang merupakan hasil kerjasama Pusdokkes Polri dengan Perapi dan Yayasan Smile Train Indonesia,” kata Kombes Pol Dr Budi Heryadi SS, MK, MM, Kabag Opsnalmed Pusdokkes Polri di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, Ketua PERAPI Brigjen TNI dr Budiman, SpBP-RE, di acara yang sama mengatakan dari setiap 700 anak yang lahir, kemungkinan ada satu anak yang sumbing.

“Jadi bisa dibayangkan berapa angka kelahiran anak Indonesia dengan yang sumbing. Jadi tak akan pernah habis. Maka baksos operasi bibir sumbing ini adalah program tanpa batas waktu dan tanpa batas wilayah. Selagi masih cukup tenaga operasi dan dananya memadai kita lakukan. Mau di desa terpencil sekalipun, kita datangi pasiennya tentunya bekerjasama dengan Pusdokkes, Yayasan Smile Train dan institusi-institusi lainnya,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Yayasan Smile Train Indonesia Deasy Larasati menjamin masyarakat tidak mampu akan memperoleh layanan operasi bibir sumbing secara gratis atau cuma-cuma.

“Mulai pasien masuk, dari proses pemeriksaan atau screening, operasi, rawat inap dan pengobatan warga yang tidak mampu tidak dikenakan biaya. Biaya nol persen,” ujarnya menambahkan.

Dalam kegiatan baksos operasi bibir sumbing yang melibatkan puluhan pasien dari kalangan warga tak mampu tersebut, juga dihadiri Kepala Rumah Sakit Polri Soekamto, Brigjen Pol dr Asep Hendradiana, SpAn, KIC, Koordinator Baksos Operasi Bibir Sumbing Nasional AKBP dr Huntal Napoleon SpBP-RE, jajara Pusdokkes Polri, para jurnalis dan undangan lainnya.(*red/dilansir dari berbagai sumber*)