SEMMI Cabang Jakarta Timur Mengutuk Tindakan DPR yang Tetap Bahas Omnibuslaw Dimasa Pandemi

0
29
Spread the love
(Foto: Bersama SEMMI Cabang Jaktim, Ist)

 

TEMPO| Jakarta– Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia mengecam tindakan DPR yang tetap membahas bahkan mensahkan RUU omnibuslaw ditengah pandemi. Ia mengatakan bahwa bukan hanya merenggut hak back masyarakat kecil namun ini juga menimbulkan polemik hukum.

“RUU OMNIBUS LAW yang di gadang-gadang oleh pemerintahan Jokowi-Maruf Amin sesungguhnya menimbulkan polemik pada tatanan hukum negara Indonesia sebagai penganut sistem hukum CIVIL LAW.” Ucap Gawi

Gawi menilai penerapan Omnibuslaw ini merupakan produk-produk negara penganut sistem, mengingat penerapan COMN LAW. Sehingga Ia pribadi pun mempertanyakan kedudukan hukum Omnibuslaw tersebut.

“Omnibuslaw ini merupakan produk dari negara-negara penganut sistem hukum COMON LAW seperti yang di terapkan oleh negara-negara bekas jajahan Inggris, bilamana OMNIBUS LAW ini di terapkan di Indonesia maka kami pertanyakan kedudukan hukumnya, yaitu RUU OMNIBUS LAW atau UU SAPU JAGAT ini posisinya sebagai UU apa?, Karena kalau kita berpacu pada hirarki aturan perundangan-undangan nomor 12 tahun 2011 maka RUU OMNIBUSLAW tidak ada tempatnya disana.” Tegas Gawi

Karena itu ketua SEMMI Cabang Jakarta Timur Akan menolak RUU ini apa dan apa dan bagaimanapun jalannya.

“Maka dengan ini kami dari SERIKAT MAHASISWA MUSLIMIN INDONESIA (SEMMI ) cabang Jakarta timur menolak dengan tegas adanya pembahasan RUU OMNIBUSLAW di BALEG DPR-RI.” Tutup Gawi.(Bar/Sur)