• Rab. Feb 21st, 2024

tempojakarta

www.tempojakarta.com

Sambut Kehadiran Delegasi Konferensi Internasional MPR Dunia, Bamsoet Harap Lahir Deklarasi untuk Mengembangkan Demokrasi Global

Byadmin

Okt 25, 2022

TEMPOJAKARTA.COM-Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkat Bambang Soesatyo menyambut kehadiran delegasi Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (International Conference of Speakers of Consultative Assembly, Shura Council or Other Similar Names of The Organization of Islamic Cooperation Member States) dalam Welcoming Dinner di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin malam (24/10/2022). Para delegasi akan mengikuti konferensi internasional yang berlangsung 24-26 Oktober 2022 dalam rangka pembentukan Forum MPR Dunia atau nama lain yang nanti disepekati para delegasi.

“Kami berterimakasih atas kesediaan meringankan langkah dan meluangkan waktu untuk memenuhi undangan kami dalam acara Konferensi Internasional Pimpinan Lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang akan diselenggarakan mulai besok, 25 Oktober sampai dengan 26 Oktober 2022. Selamat datang di Bandung, kota bersejarah tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955,” kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo.

Turut hadir dalam Welcoming Dinner Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan para wakil ketua MPR, yaitu Ahmad Basarah, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdijat, Sjarifuddin Hasan, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad, serta Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono. Konferensi internasional ini diikuti sebanyak 15 negara termasuk Indonesia dan dua lembaga internasional, yaitu PUIC (Parliamentary Union of the OIC Members States/PUIC (Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam) dan MWL (Muslim World League atau Liga Muslim Dunia).

Hadir dalam Welcoming Dinner ini Ketua Majelis Suro Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdullah Muhammed Ibrahim Al-Sheikh, Presiden Dewan Penasihat Kerajaan Maroko, Enaam Mayara, Ketua Senat Republik Arab Mesir, Abdel Wahab Abdel Razeq, Ketua Senat Republik Islam Pakistan, Muhammad Sadiq Sanjrani, Ketua Dewan Nasional Negara Palestina, Rahwi A.M. Fatouh, Wakil Presiden Senat Malaysia, Mohamad Ali bin Haji Mohamad, Wakil Ketua Dewan Bangsa Republik Demokratik Rakyat Aljazair, Salim Chenoufi.

Hadir pula Deputi Pertama Ketua Dewan Suro Kerajaan Bahrain, Jamal Mohamed Fakhro, Wakil Presiden Kedua Majelis Republik Mozambik,Saide Fidel, Wakil Ketua Dewan Suro Republik Yaman, Abdullah Mohammed Abulghaith Qibab, Anggota Majelis Agung Nasional Republik Turki, Orhan Atalay, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Permusyawaratan Islam Republik Islam Iran, Dr. Abolfazl Amoei, Anggota Parlemen Republik Irak, Haider M. Habeeb Majeed Al-Khumais, Anggota Senat Kerajaan Yordania Hasyimiyah, Dr. Mustafa Al-Barari, dan Sekretaris Jenderal Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI, Mouhamed Khourchi NIASS, Supervisor Liga Muslim Sedunia Untuk Asia dan Australia serta Direktur Liga Muslim Dunia di Indonesia, Abdurrahman Muhammad Amin
Al Khayyat.

Kepada para delegasi dalam Welcoming Dinner, Bamsoet mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Forum Lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Syura, atau Nama Sejenis
Lainnya mengemuka dalam pertemuan dengan Raja Salman bin Abdul Azis, Ketua Majelis Syura Saudi Arabia Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al Syaikh, dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Dr. Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa di Riyadh; serta dalam pertemuan dengan Ketua Majelis Tinggi Kerajaan Maroko Hakim Benchamach di Rabat, pada bulan Desember 2019.

“Gagasan tersebut mendapat dukungan yang sangat baik, namun upaya untuk merealisasikannya terkendala oleh pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh warga dunia, serta utamanya adalah karena pertolongan Allah Subhanahu Wata‘ala, akhirnya pandemi dapat diatasi secara baik. Oleh karenanya, kami berpandangan, bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai langkah merealisasikan gagasan tersebut,” katanya.

Bamsoet menambahkan kota Bandung menjadi pilihan penyelenggaraan konferensi tentu bukan tanpa maksud. Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, tidak ada lagi ouput politik berskala global dihasilkan dari Bandung. Selama ini hampir seluruh Konferensi Internasional diselenggarakan di Bali. “Saya sangat berharap dari Bandung sekarang ini kembali dihasilkan sebuah deklarasi untuk mengembangkan kembali demokrasi global melalui penguatan peran lembaga-lembaga Majelis Permusyaratan Rakyat, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya,” katanya.

“Besok pagi kita akan mulai konferensi. Mudah-mudahan penyelenggaraan konferensi ini dapat menjadi tonggak sejarah yang memiliki arti penting dalam penciptaan tatanan kehidupan global yang lebih demokratis, harmonis, dan berkeadaban,” pungkasnya.(Drt)