Penjelasan Haidar Alwi Tentang Bahaya Radikalisme, Intoleransi, Pembaiatan dan Teroris

0
19
Spread the love

[Foto: Haidar Alwi Tokoh Pengiat Anti Radikalisme, Intoleransi Indonesia, Istimewah]

TEMPO|Jakarta– Haidar Alwi tokoh pengiat anti radikalisme dan Intoleransi di Indonesia kembali mengurai tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh berbagai sikap Intoleransi, Radikalisme, Pembaiatan dan Teroris yang sudah membahayakan negara dan sosial yang sudah semestinya diperangi bersama oleh seluruh masyarakat.

Dia juga menghimbau agar seluruh elemen berpartisipasi dalam menyikapi hal ini, sebab seperti sikap Intoleransi sikap yang mengangap keyakinannya paling benar dan mengangap yang lain adalah salah.

“Radikalisme atau paham radikal merupakan ajaran dari luar negeri yang mengatasnamakan agama dan bertentangan dengan pancasila dan pemerintah dengan menyatakan pancasila, Bendera Merah putih dan simbol-simbol negara dan pemerintahan adalah Thoghut atau berhala,” pungkas Haidar Alwi saat di hubungi, Jakarta, Senin(16/12/2019).

Pembaitan adalah pengambilan sumpah dan pembekalan dengan senjata dengan menjanjikan surga sebagai jaminan, dan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan suci(Jihad Fisabililah) dan kematian suci(Syahid).

“Dan Teroris ialah lahirlah pengantin, atau seorang yang menyakini dirinya sebagai mujahid yang siap melakukan penyerangan atau pelaku bom bunuh diri,” tegasnya.

Menyikapi hal ini ada baiknya seluruh masyarakat turut andil untuk mengurai, meminimalisir, bahkan memerangi hal-hal tersebut dikalangan masyarakat agar faham-faham radikalisme dan intoleransi dapat dimusnahkan dari negara ini.(bar/tj)

Dilansir dari berbagai media/poskotanews.co