DPP KNPI selenggarakan Simposium Ketahanan Nasional di Jakarta

0
30
Spread the love

Jakarta – Patroli terpadu pencegahan karhutla telah jangkau 1982 desa, hal ini  disampaikan oleh  Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam Keynote Speach pada Simposium Ketahanan Nasional di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Acara ini diselenggarakan oleh DPP KNPI serta didukung KAM IPB dan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Dalam paparannya, Siti Nurbaya menyatakan luas kebakaran hutan dan lahan cenderung mengalami penurunan. Patroli terpadu pencegahan  karhutla dilakukan di 8 provinsi rawan karhutla: Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan,  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Desa  Jangkauan pada tahun 2019 adalah 1.982 desa dengan 533 pos komando di tingkat desa.

Berkaitan dengan Reforma Agraria, Menteri LHK menyebutkan langkah aktif menyelesaikan konflik tenurial di kawasan hutan untuk mendorong keadilan bagi masyarakat. Dari target 4,1 juta ha telah terpenuhi  2,65 juta ha atau setara 63%, antara lain untuk lahan garapan sawah dan  tambak rakyat 984 ribu ha, transmigrasi termasuk fasilitas umum 264 ribu ha,  dan sawah baru 39 ribu ha

Sekjen Wantannas Laksdya TNI Ir. Achmad Djamaluddin,MAP dalam makalahnya tentang Ketahanan Energi dalam Menunjang Ketahanan Nasional, antara lain menyoroti tentang pengembangan energy baru dan terbarukan. Pemerintah Indonesia terus terlibat aktif dalam memenuhi Paris Agreement melalui pelaksanaan berbagai kebijakan seputar energi baru terbarukan (EBT). Kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam mengontrol konsumsi energi masyarakat, sehingga tercipta pembangunan yang berkelanjutan.

Pemerintah terus mendorong upaya pengembangan EBT dan tercapainya bauran energi 23 persen sesuai dengan kebijakan energi nasional pada 2025. Salah satu upaya yang ditempuh yakni melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 10,4 persen, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) dan EBT lainnya sebesar 12,6 persen

Pembicara lain Bayu A. Yulianto dalam paparannya tentang prinsip-prinsip Ketahanan Nasional dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam (SDA) menyebutkan 3 isu Pokok Ketahanan Nasional dalam bidang SDA-LH, yaitu Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi dan Ketahanan Air. Tantangan yang dihadapi antara lain pemanfaatan SDA masih level primer dan nilai tambah rendah, kualitas lingkungan masih buruk (udara dan air), deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan, kegiatan ekonomi masih belum ramah lingkungan, konektivitas laut, kemaritiman dan potensi laut masih belum dimanfaatkan optimal serta ekonomi biodiversity dan jasa lingkungan belum dimanfaatkan secara optimal

Sedangkan Badan Intelejen Negara, dalam makalahnya tentang Ketahanan Nasional ini antara lain mengingatkan tentang besarnya populasi dan kebebasan pengguna media sosial di indonesia yang banyak diisi oleh kalangan muda, tidak diimbangi dengan literasi yang cukup serta aturan yang memadai, sehingga banyak persoalan yang ada di dunia nyata saat ini justru bermula dari media sosial. Sebagai ormas pemuda, KNPI diharapkan dapat berperan sebagai trigger sehingga dapat terus menjadi agen utama menjaga keutuhan nkri dengan memelihara kerukunan antar umat beragama, membudidayakan rasa saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada didalam negara kesatuan republik indonesia serta bersama-sama menjunjung tinggi martabat bangsa dimata bangsa lain.*